Siaran Pers Rilis Berita Resmi Statistik 5 Februari 2026 - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah

Sebagai upaya meningkatkan kualitas data dan pelayanan kami kepada Anda, mohon mengisi Survei Kepuasan Konsumen melalui tautan berikut: https://skd.bps.go.id/skd/s/7200

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Siaran Pers Rilis Berita Resmi Statistik 5 Februari 2026

Siaran Pers Rilis Berita Resmi Statistik 5 Februari 2026

Siaran Pers Rilis Berita Resmi Statistik 5 Februari 2026

5 Februari 2026 | Kegiatan Statistik


Provinsi Sulawesi Tengah menduduki posisi kedua dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada Triwulan 4 tahun 2025

Palu (5/2) - Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 8,47 persen dibandingkan tahun 2024. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan yang tumbuh 14,12 persen, sementara dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,61 persen. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2025 tercatat sebesar Rp415,48 triliun dengan PDRB per kapita mencapai Rp131,64 juta. Pada Triwulan IV-2025, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 9,43 persen (y-on-y) dan 4,29 persen (q-to-q). Pertumbuhan tahunan terutama didorong oleh meningkatnya kinerja Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh 19,11 persen, serta Industri Pengolahan yang tumbuh 16,67 persen.

Dari sisi struktur ekonomi, Industri Pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian Sulawesi Tengah dengan kontribusi 41,24 persen, diikuti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 16,36 persen, serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,22 persen. Dari sisi pengeluaran, perekonomian Sulawesi Tengah masih didominasi oleh Ekspor Barang dan Jasa dengan peran mencapai 108,73 persen, mencerminkan kuatnya ketergantungan ekonomi daerah terhadap perdagangan luar negeri. Secara regional, Sulawesi Tengah menempati peringkat kedua pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional pada tahun 2025, dengan Maluku Utara berada di peringkat pertama yang mencatat pertumbuhan sebesar 34,17 persen, sementara peringkat ketiga ditempati Kepulauan Riau dengan pertumbuhan sebesar 6,94 persen.


Tingkat kemiskinan Sulawesi Tengah menunjukkan tren penurunan 

Persentase penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Tengah pada September 2025 tercatat sebesar 10,52 persen, menurun 0,40 persen poin dibandingkan Maret 2025 dan 0,52 persen poin dibandingkan September 2024. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 345,38 ribu orang, berkurang 10,81 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Penurunan kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, dengan persentase kemiskinan perkotaan turun menjadi 6,40 persen, sementara di perdesaan turun menjadi 12,66 persen.

Garis Kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp664.691 per kapita per bulan, meningkat 6,38 persen dibandingkan Maret 2025, dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar 74,99 persen dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar 25,01 persen. Secara rata-rata, rumah tangga miskin di Sulawesi Tengah memiliki 5,4 anggota rumah tangga, sehingga garis kemiskinan per rumah tangga tercatat sebesar Rp3.589.331 per bulan. Selain itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan.

Ketimpangan pengeluaran penduduk Sulawesi Tengah terus menunjukkan perbaikan

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah mencatat Gini Ratio Sulawesi Tengah pada September 2025 sebesar 0,277, menurun 0,002 poin dibandingkan Maret 2025 dan turun cukup signifikan sebesar 0,032 poin dibandingkan September 2024. Capaian ini merupakan Gini Ratio terendah dalam 5 tahun terakhir, yang mencerminkan semakin membaiknya pemerataan pengeluaran penduduk. Penurunan ketimpangan terutama terjadi di wilayah perdesaan dengan Gini Ratio sebesar 0,240, sementara di wilayah perkotaan tercatat sebesar 0,312.

Ditinjau dari distribusi pengeluaran, persentase pengeluaran kelompok 40 persen penduduk terbawah pada September 2025 tercatat sebesar 23,14 persen, yang menunjukkan tingkat ketimpangan berada pada kategori rendah menurut standar Bank Dunia. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Maret 2025 dan September 2024, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Secara regional, Sulawesi Tengah tercatat sebagai provinsi dengan Gini Ratio terendah di Pulau Sulawesi dan berada di bawah angka nasional.

Tingkat Pengangguran Terbuka November 2025 menurun seiring dengan kenaikan jumlah pekerja sektor formal

Pada November 2025, kondisi pasar kerja tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang tercatat sebesar 2,89 persen, menurun 0,03 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 72,41 persen, menunjukkan tingginya partisipasi penduduk usia kerja dalam kegiatan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pada periode yang sama, jumlah penduduk bekerja di Provinsi Sulawesi Tengah tercatat sebanyak 1.659,11 ribu orang, meningkat 6,26 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Dari total penduduk bekerja tersebut, 64,23 persen atau 1.065,63 ribu orang bekerja pada kegiatan informal, sedangkan 35,77 persen atau 593,48 ribu orang bekerja di sektor formal.

Dibandingkan periode Agustus 2025, proporsi pekerja formal mengalami peningkatan sebesar 0,34 persen poin, yang menunjukkan adanya pergeseran bertahap dalam struktur ketenagakerjaan. Peningkatan jumlah penduduk bekerja terutama terjadi pada lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, diikuti Industri Pengolahan serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.


Narahubung Media

Daryanto

Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah

[email protected]


Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah

Jl. Prof. Mohammad Yamin No.48 Palu 94114

Telp: (62-451) 483610

483611

483613

Faks: (62-451) 483612

Email: [email protected]

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik